Inilah Perbedaan Virus Corona dan Flu Biasa

  • 2 min read
  • Sep 24, 2020
Virus Corona dan Flu Biasa

Sekarang ini lagi gencar-gencar di dunia maupun di Indonesia, yang khawatir dengan mewabahnya virus corona ini. Kenapa tidak? infeksi dari virus ini yang sama-sama menyerang sistem pernapasan ini mirip dengan flu biasa. Ketika kamu mempunyai gejala tersebut langsung cek ke PCR Swab Test Surabaya. Nah di sini, apakah ada perbedaan gejala flu biasa dan virus corona ini? Jawabannya pasti ada. Inilah perbedaan gejalan corona dan gejala flu.

Ketahui Perbedaan Gejala Coronavirus dan Flu biasa

Flu biasa dan virus corona ini hampir memiliki kesamaan yang menyerang saluran pernapasan seseorang. Akan tetapi, ke 2 dari virus ini berasal dari golongan yang sangat berbeda.

Berikut merupakan perbedaan gejala corona dan fflu biasa yang pelu kamu ketahui. Gejala flu biasa ini infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, adalah tenggorakan dan hidung itu bisa dinamakan flu.

Flu ini di akibatkan oleh virus dari golongan rhinovirus. Anak-anak di bawah usia enam tahun rentan mengalami flu. namun, orang dewasa juga dapat mengalami jenis penyakit ini. Pada dasarnya, gejala flu biasa yang disebabkan, antara lain:

  • Hidung berair
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Bersin
  • Demam (jarang)
  • Hidung tersumbat
  • Sakit kepala ringan
  • Badan terasa linu
  • Merasa lemas

Macam-macam gejala ini bisa muncul satu sampai tiga hari setelah terkena virus dari sekitar yang terkena penyakit flu. Biasanya yang beresiko mengalami penyakit flu ini adalah mulai dari anak-anak dari usia satu tahun serta mereka yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang rendah

Gejala Infeksi Virus Corona COVID-19

Infeksi virus corona ini juga menyerang sistem pernapasan. Tidak heran apabila gejala coronavirus terbilang sangat mirip dengan flu biasa. Virus corona dapat menyerang semua orang dari berbagai rentang usia, baik anak-anak, orang dewasa, ibu hamil atau menyusui, hingga orang lanjut usia (lansia). Orang yang dulunya pernah mengalami kondisi kesehatan seperti, diabetes, asma dan peyakit jantung biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah diakibatkan virus.

Gejala yang terinfeksi virus covid-19 ini sebenarnya sangat bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya. Umumnya, gejala coronavirus dapat muncul empat sampai sepuluh hari setelah terpapar dari orang yang menderita. Gejala virus corona ini secara umum, sebagai berikut.

Secara umum gejala coronavirus yang utama, antara lain:

  • Suhu tubuh tinggi
  • Batuk yang kering
  • Merasa lemas
  • Sesak napas

Gejala-gejala di atas biasanya tergolong ringan dan dapat muncul secara bertahap.

Penderita penyakit corona ini juga dapat mengalami nyeri otot, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, pilek, sakit kepala atau diare. Akan tetapi, gejala ini jarang terjadi dan tidak khas pada penderita virus corona.

Pengobatan Infeksi Virus Corona

Untuk orang yang didiagnosis terinfeksi virus corona, orang terkena virus corona harus menerima perawatan secara intensif yang tepat di rumah sakit untuk menjaga kondisi yang menderita penyakit corona ini dan mengatasi komplikasi yang bisa saja muncul agar tidak menjadi fatal, untuk pencegahan virus corona ini.

Penyakit baru sehingga pengobatan dan juga pencegahan penularannya juga masih terus dikembangkan  yang disebut dengan viru corona. Namun, Kalian bisa meminimalkan risiko terkena infeksi ini dengan cara pencegahan sebagai berikut:

  • Selalu mencuci tangan dengan bersih menggunakan air dan juga sabun.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit, termasuk mengalami gejala batuk atau bersin, paling tidak sejauh 1 meter.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut, sampai tangan sudah dalam kondisi bersih.
  • Selalu menjaga kesehatan pada saat batuk dan juga bersin dengan cara menutup mulut dan juga hidung dengan siku bagian dalam atau bisa dengan tisu.

Perlu kamu ketahui sekarang terdapat platfrom kesehatan yang bernama halodoc merupakan suatu terobosan yang memanfaatkan teknologi masa kini yang memberikan kemudahan dan mempersingkat waktu untuk akses tentang kesehatan pada saat pengguna membutuhkan pertolongan dari dokter.