Ini Dia Perbedaan Tensi Digital dan Manual

  • 2 min read
  • Jan 04, 2021
Perbedaan Tensi Digital dan Manual

Perbedaan tensi digital dan manual secara umum terletak dari sistem kerjanya. Namun terkadang banyak yang bingung harus memilih yang mana. Antara yang manual atau yang otomatis alias digital. Oleh sebab itu, berikut ini ulasan singkat tentang letak perbedaan antara tensi digital dan manual yang mudah-mudahan bisa memberikan gambaran secara rinci tentang kedua jenis tensimeter tersebut.

Tensimeter Manual

Awal mula ditemukannya alat ukur tekanan darah ini adalah bentuk manual. Kita ketahui bahwa tensi manual sebenarnya memiliki dua macam model. Tensi Air Raksa dan tensi Aneroid (jarum). Namun sekarang ini tensi air raksa sudah tidak digunakan lagi karena alasan keamanan. So, sekarang hanya ada satu, yaitu model jarum.

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang Tensimeter Manual atau tensimeter jarum. Untuk lebih paham tentang perbedaan tensi digital dan manual tentunya kita harus mengenal lebih dulu keduanya.

  • Tensimeter manual tidak menggunakan tenaga listrik (adaptor atau baterai)
  • Dilengkapi dengan bola karet untuk memompa manset secara manual
  • Manometer (penunjuk tekanan) menggunakan jarum mekanik yang akan berubah ketika tekanan di dalam manset berubah.
  • Hasil pengukuran sepenuhnya ditentukan oleh manusia (orang yang mengukur)
  • Terkadang menggunakan alat bantu stetoskop untuk memudahkan analisa pengukuran nilai tekanan sistol dan diastole

Tensimeter Digital

Era analog seiring berjalannya waktu tergantikan dengan kemunculan benda – benda digital. Termasuk juga alat ukur tekanan darah yang dulunya hanya manual. Sekarang sudah dalam bentuk digital. Salah satu keunggulan dari tensimeter ini adalah cara penggunaannya yang sangat praktis. Cukup sekali tekan tombol, Anda sudah bisa melihat hasilnya.

Namun demikian, ada baiknya anda mengetahui beberapa hal yang terkait dengan tensimeter jenis digital berikut ini :

  • Membutuhkan tenaga listrik untuk menggunakannya baik baterai ataupun catu daya (adaptor)
  • Hasil pengukuran juga dipengaruhi oleh daya listrik yang kurang. Oleh karena itu, pastikan baterai yang anda gunakan selalu penuh.
  • Tidak dilengkapi dengan bola tensi
  • Pompa tensi dilakukan secara otomatis menggunakan pompa elektrik yang terdapat di dalam mesin
  • Dilengkapi dengan layar monitor untuk menampilkan hasil pengukuran
  • Hasil sepenuhnya ditentukan oleh sensor yang bekerja berdasarkan sistem mikro komputer.

Dari dua hal – hal penting yang terkait dengan masing-masing model tensimeter diatas kita bisa tarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

Perbedaan Tensi Digital dan Manual

  • Tensi digital harus menggunakan tenaga listrik sedangkan tensi manual tidak perlu.
  • Hasil pengukuran pada tensi manual sepenuhnya ditentukan oleh manusia sedangkan pada tensimeter digital ditentukan oleh sensor yang bekerja berdasarkan mikro komputer.
  • Cara menggunakan tensimeter manual relatif cukup sulit bagi orang awam dibandingkan dengan tensi digital yang mudah digunakan siapapun tanpa perlu latihan khusus.
  • Harga Tensimeter manual relatif murah dan terjangkau dibandingkan dengan tensimeter digital.
  • Hasil pengukuran tensi digital bergantung pada kuat lemahnya baterai yang digunakan sedangkan tensi manual hanya bergantung pada kepekaan dan analisa pengukur.

Tentunya setelah Anda menggunakannya, Anda akan bisa memilih mana yang ingin anda beli. Baik tensimeter digital ataupun tensi manual memiliki beberapa kelebihan dan juga beberapa kelemahan. Semua kembali kepada anda yang akan menggunakannya. Anda bebas memilih sesuai dengan kebutuhan dan juga minat anda. Sekian, semoga ulasan singkat tentang perbedaan tensi digital dan manual bisa memberikan manfaat untuk pembaca sekalian sekaligus referensi dalam memilih jenis tensimeter yang ingin dibeli.